Edisi 27 Oktober 2026Teknologi yang terasa, bukan sekadar spesifikasi.
← Tekno KiniGadget

Earbud nirkabel: memilih dari bentuk telinga dan kebiasaan, bukan dari daftar fitur

Earbud yang paling canggih sekalipun tidak berguna kalau terus melorot saat jalan kaki atau menyakitkan setelah satu jam.

Earbud nirkabel: memilih dari bentuk telinga dan kebiasaan, bukan dari daftar fitur
Foto: O / Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0)

Earbud nirkabel sudah menjadi perlengkapan harian seperti kunci dan dompet, dan pilihannya di pasar hampir tidak terhitung. Lembar spesifikasi menjanjikan peredam bising, mode transparansi, kodek beresolusi tinggi, dan jam pemakaian yang panjang. Semua itu nyata, tetapi tidak ada satu pun yang menjawab pertanyaan paling dasar: apakah earbud ini akan betah di telinga Anda, dan apakah ia cocok dengan cara Anda memakainya setiap hari.

Mulai dari telinga

Baca juga: Tablet atau laptop murah untuk anak sekolah: memutuskan dari tugas yang akan dikerjakan

Telinga manusia berbeda-beda dalam ukuran dan bentuk liang, dan dua desain utama earbud merespons perbedaan itu secara berlawanan. Desain dengan penyumbat karet masuk ke liang telinga, memberi kedap yang baik untuk bas dan peredam bising, tetapi sebagian orang merasakannya seperti telinga tersumbat dan cepat lelah. Desain terbuka yang hanya bertengger di telinga luar terasa ringan dan membiarkan suara sekitar masuk, dengan harga bas yang lebih tipis dan kebocoran suara di tempat sepi.

Kalau Anda belum pernah memakai salah satunya cukup lama, cobalah dulu di toko atau pinjam milik teman untuk setengah jam. Rasa sakit kecil yang muncul setelah dua puluh menit adalah tanda yang tidak akan hilang dengan pembiasaan. Untuk desain bersumbat, ukuran sumbat yang tepat jauh lebih menentukan daripada merek: terlalu kecil membuat bas hilang dan earbud melorot, terlalu besar membuat telinga nyeri.

Lalu dari kebiasaan

Pikirkan di mana earbud paling sering dipakai. Pengguna yang banyak berjalan kaki atau naik kendaraan umum di kota membutuhkan mode transparansi yang terdengar wajar lebih daripada peredam bising yang total, demi keselamatan. Pengguna yang bekerja di ruang terbuka yang ramai justru mendapatkan nilai terbesar dari peredaman. Orang yang banyak menelepon perlu mikrofon yang menangani angin dan bising jalan, yang jarang disebut di lembar spesifikasi dan hanya bisa diuji dengan menelepon seseorang dari tepi jalan.

Perhatikan juga kebiasaan mengisi daya. Earbud yang dipakai sepanjang hari perlu kotak yang bisa diisi cepat dan bertahan beberapa hari; earbud untuk olahraga pagi tidak membutuhkan itu, tetapi membutuhkan ketahanan terhadap keringat dan pegangan yang mantap.

Hal kecil yang menentukan kepuasan

Kontrol sentuh yang terlalu peka akan menjeda musik setiap kali Anda membetulkan posisi; kontrol yang terlalu kaku memaksa Anda mengeluarkan ponsel. Sambungan ke dua perangkat sekaligus sangat berguna bagi yang berpindah antara laptop dan ponsel sepanjang hari. Dan kemampuan menemukan earbud yang hilang di bawah bantal sofa, walau terdengar sepele, menyelamatkan banyak pasangan earbud dari kehilangan.

Terakhir, ingat bahwa baterai earbud adalah komponen kecil yang menua lebih cepat daripada baterai ponsel dan umumnya tidak bisa diganti. Earbud yang hebat biasanya adalah teman untuk beberapa tahun, bukan untuk selamanya. Dengan harapan yang realistis dan pilihan yang bertolak dari telinga serta kebiasaan sendiri, hampir setiap orang bisa menemukan pasangan yang terasa tepat.

AN
Arya NugrahaArya menulis untuk Tekno Kini sejak 2025 dan memegang rubrik ulasan ponsel. Ia selalu menguji daya tahan baterai dengan stopwatch sungguhan, bukan angka dari lembar spesifikasi.