Edisi 27 Oktober 2026Teknologi yang terasa, bukan sekadar spesifikasi.
← Tekno KiniAplikasi

Menjaga dompet digital tetap aman: kebiasaan kecil yang mencegah saldo raib

Sebagian besar kehilangan saldo dompet digital tidak dimulai dari peretasan canggih, melainkan dari PIN yang dibagikan, OTP yang disebutkan di telepon, dan tautan yang diklik tergesa-gesa.

Menjaga dompet digital tetap aman: kebiasaan kecil yang mencegah saldo raib
Foto: R / Wikimedia Commons (CC0)

Dompet digital telah menjadi bagian dari keseharian di Indonesia, dari membayar parkir sampai mengirim uang ke keluarga di kampung. Kemudahannya membuat orang lupa bahwa aplikasi itu pada dasarnya adalah rekening yang bisa dikuras dalam hitungan detik jika kuncinya jatuh ke tangan yang salah. Kabar baiknya, kunci itu hampir selalu diserahkan oleh pengguna sendiri, bukan dicuri lewat teknik yang rumit, sehingga pencegahannya juga ada di tangan pengguna.

Pola penipuan yang paling umum mengandalkan rekayasa sosial: seseorang menelepon mengaku dari layanan pelanggan, mengirim pesan tentang hadiah atau akun yang 'akan diblokir', atau mengirim tautan yang tampak resmi. Tujuannya satu, yaitu membuat Anda menyebutkan kode OTP, PIN, atau memasukkan data di halaman palsu.

Baca juga: Sepuluh menit setelah memasang aplikasi: pengaturan privasi yang layak diperiksa

OTP tidak pernah diminta oleh pihak resmi

Kode OTP dikirim ke ponsel Anda justru agar hanya Anda yang mengetahuinya. Tidak ada petugas layanan pelanggan yang sah yang membutuhkan kode itu untuk 'memverifikasi' apa pun. Aturan praktisnya sederhana: siapa pun yang meminta OTP, melalui saluran apa pun, sedang berusaha mengambil alih akun Anda. Sama halnya dengan PIN; ia tidak pernah perlu diketik di luar aplikasi resmi.

Waspadai pula pesan yang memancing rasa panik atau terburu-buru. Penipu sengaja menciptakan tekanan waktu agar korban tidak sempat berpikir. Jika suatu pesan membuat Anda ingin bertindak detik itu juga, itu justru saat yang tepat untuk berhenti dan memeriksa melalui aplikasi resmi.

Lapisan pengaman di ponsel sendiri

Aktifkan kunci biometrik atau PIN untuk membuka aplikasi dompet, terpisah dari kunci layar ponsel. Jangan gunakan PIN yang sama dengan tanggal lahir atau kombinasi yang tertera di dokumen identitas. Pastikan ponsel memiliki kunci layar yang aktif, karena ponsel yang tertinggal di meja warung tanpa kunci adalah pintu terbuka.

Perhatikan dari mana aplikasi dipasang. File instalasi yang dikirim lewat pesan singkat, sering dengan nama yang menyerupai undangan, resi pengiriman, atau surat resmi, adalah cara umum untuk menanam perangkat lunak pencuri data. Aplikasi hanya sebaiknya dipasang dari toko aplikasi resmi, dan permintaan akses ke pesan SMS dari aplikasi yang tidak jelas sebaiknya ditolak.

Kebiasaan yang membatasi kerugian

Simpan saldo secukupnya untuk kebutuhan harian dan isi ulang saat diperlukan, alih-alih menjadikan dompet digital tempat menyimpan uang besar. Aktifkan notifikasi untuk setiap transaksi agar aktivitas yang tidak dikenal segera terlihat. Periksa riwayat transaksi secara berkala, dan ketahui di mana tombol untuk membekukan akun atau menghubungi layanan pelanggan resmi sebelum Anda membutuhkannya dalam keadaan panik.

Jika sesuatu terjadi, bertindaklah cepat: ubah PIN, keluarkan semua sesi perangkat lain, dan laporkan melalui kanal resmi di dalam aplikasi. Semakin cepat pelaporan, semakin besar kemungkinan transaksi dapat dihentikan. Keamanan dompet digital bukan soal teknologi canggih, melainkan serangkaian kebiasaan kecil yang dijalankan secara konsisten.

DP
Damar PrasetyaDamar bergabung pada awal 2026 untuk menulis soal perkakas kecerdasan buatan yang mulai masuk ke aplikasi sehari-hari. Ia menolak membahas fitur yang belum ia coba sendiri setidaknya seminggu.